Senin, 10 September 2018

 Manfaat tidur miring ke kiri untuk penderita asam lambung

Manfaat tidur miring ke kiri untuk penderita asam lambung

Tidur miring ke kiri atau ke kanan memiliki manfaat yang berbeda bagi kesehatan tubuh, banyak orang yang percaya bahwa tidur miring ke kanan lebih baik daripada tidur miring ke kiri sehingga seringkali tidur miring ke kiri diabaikan dan membiasakan selalu memiringkan posisi tubuh menghadap ke kanan saat tidur malam padahal tidur menghadap ke kiri juga memberikan manfaat yang baik untuk tubuh terutama bagi mereka yang memiliki gangguan asam lambung.

Memang tidur miring akan sangat baik untuk tubuh kita bahkan dokter pun menyarankan untuk kita membiasakan tidur miring baik ke kiri maupun ke kanan, manfaat kita tidur miring ke kanan salah satunya adalah berhubungan dengan kesehatan kardiovaskuler atau jantung, saat tubuh miring ke kanan maka darah akan lebih banyak mengalir ke bagian kanan tubuh sehingga aliran darah yang melalui jantung lebih rendah dan mengakibatkan denyut jantung lebih lambat, tekanan darah akan menurun maka posisi miring ke kanan akan baik untuk membantu kualitas tidur anda.

Sedangkan manfaat tidur miring ke kiri sangat baik terutama bagi mereka yang mempunyai masalah dengan gangguan asam lambungnya seperti sering mengalami rasa seperti terbakar dalam perut atau heartburn, oleh karenanya jika terjadi salah posisi saat tidur mengakibatkan asam lambung naik ke kerongkongan sehingga menimbulkan terjadinya insomnia.

 atau ke kanan memiliki manfaat yang berbeda bagi kesehatan tubuh  Manfaat tidur miring ke kiri untuk penderita asam lambungBerdasarkan beberapa studi yang dilakukan membuktikan bahwa orang yang memiliki gangguan asam lambung dan sering tidur miring ke kanan maka kondisi gangguan asam labungnya akan semakin memburuk namun jika tidur diganti miring ke kiri maka kebalikannya kondisi gangguan asam lambung akan berkurang.

Apa penyebab tidur miring ke kanan tidak baik untuk penderita gangguan asam lambung? Simak penjelasannya seperti yang dilansir dari The Journal of Clinical Gastroenterology dan The American Journal of Gastroenterology di bawah ini:

Orang yang memiliki gangguan asam lambung saat tidur miring ke kanan maka esophageal sphincter atau saluran antara perut dan kerongkongan dapat melemah mengakibatkan asam lambung dapat naik ke kerongkongan dan efeknya lambung menjadi terasa perih dan panas seperti terbakar, selain itu tidur miring ke kanan dapat meningkatkan asam lambung dan jika sampai naik ke kerongkongan akan lama untuk menghilangkannya.

Sedangkan jika orang tersebut tidur miring ke kiri maka antara saluran dari perut ke kerongkongan akan menutup maka meskipun kadar asam lambung orang tersebut tinggi maka asam lambung tidak dapat naik ke kerongkongan sehingga tidur miring ke kiri sangat baik untuk para penderita gangguan asam lambung.

Jadi saat anda mengalami gangguan asam lambung hindari terlalu lama tidur miring ke kanan karena dapat memperburuk kondisi gangguan asam lambung anda, ubahlah posisi tidur anda menjadi miring ke kiri agar gangguan asam lambung anda dapat diminimalisir.
Semoga bermanfaat.

Simak juga artikel lainnya: Sakit maag dan penyebabnya

Sumber: health.detik.com


Mau Tahu Cara Menciptakan Fanpage Facebook Terbaru

Mau Tahu Cara Menciptakan Fanpage Facebook Terbaru

Setelah kita menciptakan akun Facebook, salah satu akomodasi facebook yang juga banyak diminati oleh pengguna yaitu fanpage atau halaman pribadi. Bedanya dengan akun konvensional, fanpage tidak mencari teman, tapi mencari penyuka/pengikut.

Jika di akun utama Facebook pertemanan kita dibatasi jumlahnya sampai 5.000 orang saja, di fanpage pengikutnya sanggup mencapai angka tak terbatas (tentu jikalau Anda hebat berpromosi). Itulah mengapa banyak yang memakai fanpage untuk urusan berbentuk universal atau bersifat massif. (ciee bahasanya).

Jika berminat membuatnya, ikuti saja langkah-langkahnya dibawah ini.

  • Pertama-tama login ke akun Facebook Anda. 
  • Lalu lihat logo gerigi dipojok kanan Facebook Anda, klik dan pilih Buat Halaman
  • Halaman selanjutnya Anda akan diberi pelihan menentukan jenis fanpage yang akan Anda buat. Dalam setiap pilihan terdapat masing-masing kategori, pilih salah satunya saja. 


  • Pada tutorial ini saya menentukan jenis Merek atau Produk, kemudian didalamnya saya menentukan Situs Web dan mengisi nama fanpage yang dibuat, kemudian klik Mulai. 


  • Halaman selanjutnya yaitu pengaturan. Pada langkah pertama Anda diberi kuasa memberi nama dan keterangan, isi sesuai dengan kebutuhan Anda, kemudian klik Simpan Info. 


  • Disini Anda diminta menambahkan foto profil, jikalau belum mau menambahkan silahkan klik saja Selanjutnya. Anda sanggup menambahkannya nanti. 


  • Pengaturan ketiga hanya menanyakan Anda, apakah fanpage Anda ingin ditaruh dihalaman favorit pada facebook Anda atau tidak. Jika ingin klik saja Tambahkan ke Favorit, kemudian klik Selanjutnya. 


  • Langkah terakhir yaitu form untuk promosi. Facebook menyarankan Anda untuk mempromosikan fanpage gres Anda ke pengguna lain dengan syarat bayaran tertentu. Jika berminat, silahkan lakukan transaksi, pilih mata uang rupiah untuk Indonesia. Namun jikalau belum mau, klik saja Lewati. 


  • Fanpage Anda sekarang telah jadi. Aturan mainnya hampir sama dengan facebook konvensional. Hanya saja akomodasi chat tidak ada, dan fanpage punya halaman pengaturan sendiri yang berada dibagian atas. Anda juga hanya sanggup mengundang orang untuk menyukainya. 


Segala hukum di fanpage hampir sama dengan facebook biasa. Bisa menciptakan status, mengomentari dan berbagi. Anda juga sanggup saling mengikuti sesama pemilik fanpage. Intinya silahkan dioptimasi. Anda juga sanggup menyukai atau istilah kerennya, nge-Like fanpage saya, klik disini.

Jika mempunyai pertanyaan, tak perlu sungkan meninggalkan komentar. Saya akan dengan bahagia hati memberi penjelasan. Karena membuatkan dan lapang dada yaitu ibadah yang tak menciptakan kita tambah kurus dan jatuh miskin.

Mau Tahu Cara Menciptakan Halaman Statis Di Blogspot

Mau Tahu Cara Menciptakan Halaman Statis Di Blogspot

Halaman statis ialah halaman tetap. Jika Anda lihat home page bloGoooblok ini, halaman utamanya tidak pernah berubah, itulah yang saya maksud dengan halaman statis. Kita memasangnya disana walau postingan tetap berjalan.


Blogspot akan menampilkan halaman utama dengan postingan terakhir. Ini memang wajar, alasannya blog pada pasarnya akan selalu menampilkan postingan terbaru diurut terbalik sampai yang terlama.

Walau blogspot telah mematenkan hal ini, namun kita sebagai pengguna masih diberi kesempatan mengubahnya dengan tetapkan halaman statis di home page. Inilah hebatnya blogspot dengan flatfom lain.

Postingan kali ini kita akan membahas Cara Membuat Halaman Statis di Blogspot. Jika ingin memodifikasi tampilan blog, Anda juga dapat membaca Cara Membuat Laman Polos Tanpa Sidebar dan Footer di Blosgpot atau Cara Membagi Halaman Postingan di Blogspot.

Untuk menciptakan halaman statis, ikuti langkah-langkahnya berikut ini.

Buat Laman

  • Yang pertama dan utama, tentu Anda harus login dulu ke akun blogspot Anda. Saya anggap kini Anda telah menyediakan artikel khusus untuk ditampilkan dihalaman statis. Setelah login, pilihlah tab Laman disebelah kiri kemudian pilih Laman Baru. Anda juga dapat menentukan Laman lain yang telah Anda buat sebelumnya. 



  • Setelah membuka laman, isikan artikel yang Anda ingin tampilkan dihalaman utama. Isi sesuai dengan selera, Anda dapat memasukkan gambar atau video. Intinya, laman ini sama menyerupai Anda menciptakan postingan menyerupai biasa. Pada tutorial ini, laman statis yang akan kita buat saya beri nama Hello. Setelah selesai, klik Publish/terbitkan. 


Pengaturan

  • Setelah laman yang akan kita jadikan halaman statis diterbitkan, langkah selanjutnya ialah pengaturan. Masih di dhasbor blogspot Anda, selanjunya pilihlah tab Setelan/Setting kemudian Preferensi Penelurusan kemudian klik Edit di Pengalihan Khusus. Lihat gambar dibawah ini. 


  • Ada dua pilihan dalam kolom ini, Pada kolom pertama Dari (URL blog Anda) kolomnya isikan saja dengan simbol "/" (tanpa tanda kutip). Dan dikolom kedua Kepada (URL blog Anda) isikan URL halaman statis yang anda buat tadi. Misal dalam hal ini alamat URL statis yang buat ialah http://blogoooblok.blogspot.com/p/hello_17.html. Copy saja kata-kata terakhir yakni "/p/hello_17.html" (tanpa tanda kutip). Setelah diisi klik Simpan dan Simpan Perubahan. 



Sembunyikan Laman

  • Sekarang halaman home Anda telah berkembang menjadi halaman statis. Namun pada sajian tab akan tampil dua halaman yang sama, yakni Home dan Hello (Sesuai nama lamana Anda). 



  • Untuk menghilangkan halaman Hello pada sajian tab, selanjutnya masuk ke tab Tata Letak kemudian pilih Edit pada Laman



  • Pada jendela pengaturan hilangkan tanda centang pada laman Hello. Setelah itu klik Simpan.


  • Kini sajian tab Anda tidak tersedia lagi sajian pilihan Hello, dan postingan terbaru Anda pun tak tampil dihalaman utama atau home page Anda. 

Untuk melihat postingan terbaru Anda, tambahkan saja /index.html dibelakang URL Anda. Namun alangkah lebih baiknya bila Anda menciptakan navigasi yang baik bagi setiap pengunjung biar ketika berkunjung mereka tidak kebingungan.

Awalnya blogspot menyediakan pengaturan laman dengan opsi Alamat Web, dimana kita dapat memasukkan /index.html dan membuatnya menjadi tab baru. Namun kini telah dihilangkan, entah apa alasannya.

Nah, kini Anda sudah punya halaman statis. Silahkan bereksperimen lebih jauh untuk membuatnya indah. Jika mempunyai pertanyaan wacana pembahasan diatas, silahkan berkomentar dibawah ini, atau hubungi kami lebih form Hubungi Kami. Terima kasih, semoga bermanfaat.


Cara Menciptakan Kolom Komentar Disqus, Blogger, Facebook Jadi Satu Show Hide

Cara Menciptakan Kolom Komentar Disqus, Blogger, Facebook Jadi Satu Show Hide

 Membuat Komentar Disqus diblog memang sudah banyak dijelaskan diblog lain Cara Membuat Ko Cara Menciptakan Kolom Komentar Disqus, Blogger, Facebook Jadi Satu Show Hide
Komentar Blogger


Membuat Komentar Disqus diblog memang sudah banyak dijelaskan diblog lain, tapi ini yaitu bagaimana cara menciptakan kolom komentar disqus, facebook, dan blogger menjadi satu. sehingga pengunjung blog sanggup menentukan dengan sistem apa ia akan berkomentar.

komentar facebook pada blog juga tentunya akan masuk pada pemberitahuan akun facebook user yang berkomentar, sehingga memudahkan pengguna facebook untuk berkomentar dan mengetahui aktivoitas konten yang ia pernah komentari.

Bagi anda yang ingin mencoba untuk menerapkannya, silahkan ikuti langkah-langkahnya pembuatannya di bawah ini.


1. Kode CSS Multiple Komentar

Silahkan letakan isyarat CSS ini di atas isyarat </head>. Jika sebelumnya sudah memasang komentar blogger, maka anda harus menghapus isyarat CSS komentar blogger sebelumnya terlebih dahulu.

 <b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'> <style type='text/css'> /*<![CDATA[*/ #comments2{clear:both;padding:10px 0;margin-top:0;font-family:Roboto,Arial,sans-serif} #comments2 h3{margin:0;font-size:18px;font-weight:500;color:#666;padding-bottom:10px;border-bottom:1px solid #ddd} #comment_block{padding-top:25px} .comment_header{margin-left:5px} .comment_avatar{height:48px;width:48px;background:url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgU76G25deasC6vEdqZQO09TmKkmVJ-0ZdaRk3M_obZiEgwwUIoR9mfpCC2WnHJkV1CD4toK7pHSATbZtz2vhiNJ0VHDknKdqFdSe-hWJFe-Ajwaq5KPTW9i4G7iedzjaVif-_g40tVoTw/s48/anon48.gif) center center no-repeat #F0F0F0;float:left;margin-top:-1px;margin-right:10px;margin-left:-5px;overflow:hidden;border-radius:3px} .comment_admin .comment_author_flag,.comment_reply,a.comment-delete{border-radius:3px;text-decoration:none} .comment_name{line-height:19.5px;display:inline-block;text-decoration:none;position:relative;margin-top:-3px} .comment_name a{text-decoration:none;font-weight:500} .comment_name a:hover{color:#0088b2;text-decoration:none} .comment_service{margin-right:10px;margin-top:2px;position:relative;line-height:1em} .comment_body p{font-size:16px;color:#444;line-height:1.3em;font-weight:300;margin:5px 0} .comment_body p img{vertical-align:middle} .comment_body{margin:-12px 0 10px 47px;padding:0 10px 10px;position:relative;z-index:1} .comment_date{color:#999;font-style:italic;font-size:11px;line-height:1.2em;cursor:pointer;font-weight:400;margin-right:20px} .comment-set{margin-bottom:30px} .comment_child .comment_body{margin-top:-5px;margin-bottom:10px;margin-left:39px} .comment_child .comment_wrap{padding-left:50px} .comment_reply{cursor:pointer;color:#f1f1f1!important;font-size:12px;font-weight:500;margin-top:5px;margin-right:10px;padding:3px 5px;float:left;background:#666} .comment_reply:hover,a.comment-delete:hover{text-decoration:none;background:#888!important} .unneeded-paging-control{display:none} .comment_reply_form{padding:0 0 0 48px} .comment_reply_form .comment-form{width:100%} .comment_reply,.comment_service a{display:inline-block} .comment_avatar *{max-width:1000%!important;display:block;max-height:1000%!important;width:48px!important;height:48px!important;margin-right:10px} .comment-form,.comment_img,.comment_youtube{max-width:100%!important} .comment_child .comment_avatar,.comment_child .comment_avatar *{width:40px!important;height:40px!important;float:left;margin-right:10px} .comment_form{margin-top:-20px} .comment_form a{color:#444;text-decoration:none;font-size:16px;font-weight:700} .comment_form a:hover{color:#fff} .comment_author_flag{display:none} .comment_admin .comment_author_flag{background-color:rgba(34,59,74,.3);display:inline-block;color:#fff;font-family:arial;font-size:10px;font-weight:700;padding:2px 5px;line-height:1em;position:absolute;top:2px;right:-51px} a.comment-delete{color:#f1f1f1!important;font-size:12px;font-weight:500;margin:5px 0 0;padding:3px 5px;float:left;background:#666} #comment-editor{width:100%!important;background:url(data:image/gif;base64,R0lGODlhKwALAPAAAKrD2AAAACH5BAEKAAEAIf4VTWFkZSBieSBBamF4TG9hZC5pbmZvACH/C05FVFNDQVBFMi4wAwEAAAAsAAAAACsACwAAAjIMjhjLltnYg/PFChveVvPLheA2hlhZoWYnfd6avqcMZy1J14fKLvrEs/k+uCAgMkwVAAAh+QQBCgACACwAAAAAKwALAIFPg6+qw9gAAAAAAAACPRSOKMsSD2FjsZqEwax885hh3veMZJiYn8qhSkNKcBy4B2vNsa3pJA6yAWUUGm9Y8n2Oyk7T4posYlLHrwAAIfkEAQoAAgAsAAAAACsACwCBT4OvqsPYAAAAAAAAAj1UjijLAg9hY6maalvcb+IPBhO3eeF5jKTUoKi6AqYLwutMYzaJ58nO6flSmpisNcwwjEfK6fKZLGJSqK4AACH5BAEKAAIALAAAAAArAAsAgU+Dr6rD2AAAAAAAAAJAVI4oy5bZGJiUugcbfrH6uWVMqDSfRx5RGnQnxa6p+wKxNpu1nY/9suORZENd7eYrSnbIRVMQvGAizhAV+hIUAAA7) 50% 30% no-repeat #fff;margin-top:10px;border:1px solid #ddd;-moz-box-sizing:border-box;-webkit-box-sizing:border-box;box-sizing:border-box} .blogger-box,.comment-form p,.disqus-box,.facebook-box{-moz-box-sizing:border-box;-webkit-box-sizing:border-box} .comment-form{margin-top:25px!important} .comment_emo_list .item{float:left;text-align:center;height:40px;width:41px;margin:10px 0 0} .comment_emo_list span{display:block;font-weight:400;font-size:11px;letter-spacing:1px;color:#444} .comment_youtube{width:400px;height:225px;display:block;margin:auto} .comment-form p{background:#666;padding:10px 10px 5px;margin:5px 0;color:#eee;font-weight:300;font-size:16px;font-family:Roboto,sans-serif;line-height:1.3em;width:100%;border-radius:3px;position:relative;box-sizing:border-box} .comment-form p:after{content:"";width:0;height:0;position:absolute;bottom:-15px;left:15px;border:8px solid transparent;border-color:#666 transparent transparent} .deleted-comment{display:block;color:#efefef;font:italic 13px Arial;margin-top:-10px;background:#DB6161;padding:10px} .blogger-bar,.comment-text,.disqus-bar,.facebook-bar{font-family:Roboto,Arial,sans-serif;font-weight:500;color:#555} iframe.blogger-iframe-colorize{max-height:250px} .small-button a{color:#f1f1f1!important} .small-button a:hover{color:#fff!important} .blogger-bar,.disqus-bar,.facebook-bar{display:inline;float:right;padding:5px 10px;cursor:pointer;background:#eee} .blogger-bar,.disqus-bar{margin-left:5px;margin-top:20px;border-radius:3px 3px 0 0;border:1px solid #ddd;border-bottom:none} .facebook-bar{margin:20px 20px 0 5px;border-radius:3px 3px 0 0;border:1px solid #ddd;border-bottom:none} .blogger-box,.disqus-box,.facebook-box{width:100%;padding:0;border-top:1px solid #ddd;box-sizing:border-box} .blogger-box,.facebook-box{display:none} .fb-comments,.fb_iframe_widget iframe,.fb_iframe_widget span{width:100%!important} .fb-comments{padding:0!important;-moz-box-sizing:border-box;-webkit-box-sizing:border-box;box-sizing:border-box} .btncurrent{padding:5px 10px 6px;margin-bottom:-1px;background:#fff} .comment-text{display:inline;float:left;padding:5px 10px 5px 0;margin-top:20px} .comment-text:after{content:'\f061';font-family:FontAwesome;color:#555;margin-left:5px} /*]]>*/ </style> </b:if>

alasannya yaitu tamplate yang anda gunakan mungkin mempunyai pengaturan yang berbeda, silakan anda atur sendiri untuk menyesuaikan tampilan

2. Kode HTML Multiple Komentar (Disqus, Facebook, dan Blogger)


Peletakan isyarat HTML ini penting untuk memunculkan kolom komentar yang sudah didesain dengan CSS diatas. tanpa isyarat ini maka kolom komentar mustahil sanggup tampil pada blog sobat.
perhatikan langkah ini baik-baik alasannya yaitu pada cara inilah yang menentukan kolom komentar disqus, facebook, dan blogger anda dimunculkan.

a. Menghapus Kode HTML Sistem Komentar Sebelumnya


Sebelum anda memasang isyarat HTML multiple komentar ini, sebaiknya anda hapus terlebih dahulu semoga tidak terjadi kesalahan.

Cari isyarat yang ibarat di bawah ini

               <b:includable id='comment-form' var='post'>...</b:includable>               <b:includable id='commentDeleteIcon' var='comment'>...</b:includable>               <b:includable id='comment_count_picker' var='post'>...</b:includable>               <b:includable id='comment_picker' var='post'>...</b:includable>               <b:includable id='comments' var='post'>...</b:includable>

b. Mengganti Kode HTML dengan Sistem Multiple


Setelah Kode diatas ditemukan dan di hapus, Kemudian ganti semua isyarat di atas dengan isyarat di berikut ini.

               <b:includable id='comment-form' var='post'>   <div class='comment-form'>     <b:if cond='data:mobile'>       <h4 id='comment-post-message'>         <a expr:id='data:widget.instanceId + &quot;_comment-editor-toggle-link&quot;' expr:title='data:postCommentMsg' href='javascript:void(0)'><data:postCommentMsg/></a></h4>       <p><data:blogCommentMessage/></p>       <data:blogTeamBlogMessage/>               <b:if cond='data:blog.pageType == &quot;static_page&quot;'>         <a expr:href='&quot;https://www.blogger.com/comment-iframe.g?blogID=&quot; + data:blog.blogId + &quot;&amp;amp;pageID=&quot; + data:post.id' id='comment-editor-src' title='comment editor'/>       <iframe class='blogger-iframe-colorize blogger-comment-from-post' height='250' id='comment-editor' name='comment-editor'/>         </b:if>         <b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'>         <a expr:href='&quot;https://www.blogger.com/comment-iframe.g?blogID=&quot; + data:blog.blogId + &quot;&amp;amp;postID=&quot; + data:post.id' id='comment-editor-src' title='comment editor'/>       <iframe class='blogger-iframe-colorize blogger-comment-from-post' height='250' id='comment-editor' name='comment-editor'/>         </b:if>     <b:else/>       <h4 id='comment-post-message'><data:postCommentMsg/></h4> <div id='threaded-comment-form'>       <p><data:blogCommentMessage/> <span class='small-button'> <span id='show-emo'><a class='emo-button' href='javascript:void(0)' onclick='document.getElementById(&apos;emo-box&apos;).style.display=&apos;inline-block&apos;;document.getElementById(&apos;hide-emo&apos;).style.display=&apos;inline-block&apos;;document.getElementById(&apos;show-emo&apos;).style.display=&apos;none&apos;' title='Show Emoticon'><i class='fa fa-smile-o'/></a></span><span id='hide-emo' style='display:none'><a class='emo-button' href='javascript:void(0)' onclick='document.getElementById(&apos;emo-box&apos;).style.display=&apos;none&apos;;document.getElementById(&apos;hide-emo&apos;).style.display=&apos;none&apos;;document.getElementById(&apos;show-emo&apos;).style.display=&apos;inline-block&apos;' title='Hide Emoticon'><i class='fa fa-smile-o'/></a></span> </span>   </p> <div id='emo-box' style='display:none'>   <div class='comment_emo_list'/> </div>       <data:blogTeamBlogMessage/>               <b:if cond='data:blog.pageType == &quot;static_page&quot;'>         <a expr:href='&quot;https://www.blogger.com/comment-iframe.g?blogID=&quot; + data:blog.blogId + &quot;&amp;amp;pageID=&quot; + data:post.id' id='comment-editor-src' title='comment editor'/>       <iframe class='blogger-iframe-colorize blogger-comment-from-post' height='250' id='comment-editor' name='comment-editor'/>         </b:if>         <b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'>         <a expr:href='&quot;https://www.blogger.com/comment-iframe.g?blogID=&quot; + data:blog.blogId + &quot;&amp;amp;postID=&quot; + data:post.id' id='comment-editor-src' title='comment editor'/>       <iframe class='blogger-iframe-colorize blogger-comment-from-post' height='250' id='comment-editor' name='comment-editor'/>         </b:if>       </div>     </b:if>     <data:post.friendConnectJs/>     <data:post.cmtfpIframe/>     <script type='text/javascript'>       BLOG_CMT_createIframe(&quot;<data:post.appRpcRelayPath/>&quot;, &quot;<data:post.communityId/>&quot;);     </script>   </div> </b:includable>               <b:includable id='commentDeleteIcon' var='comment'>   <span expr:class='&quot;item-control &quot; + data:comment.adminClass'>     <b:if cond='data:showCmtPopup'>       <div class='goog-toggle-button'>         <div class='goog-inline-block comment-action-icon'/>       </div>     <b:else/>       <a class='comment-delete' expr:href='&quot;https://www.blogger.com/delete-comment.g?blogID=&quot; + data:blog.blogId + &quot;&amp;amp;postID=&quot; + data:comment.id' title='delete comment'><i class='fa fa-trash'/></a>     </b:if>   </span> </b:includable>               <b:includable id='comment_count_picker' var='post'>   <b:if cond='data:post.forceIframeComments'>     <span class='cmt_count_iframe_holder' expr:data-count='data:post.numComments' expr:data-onclick='data:post.addCommentOnclick' expr:data-url='data:post.canonicalUrl'>     </span>   <b:else/>     <b:if cond='data:post.commentSource == 1'>       <span class='cmt_count_iframe_holder' expr:data-count='data:post.numComments' expr:data-onclick='data:post.addCommentOnclick' expr:data-url='data:post.canonicalUrl'>       </span>     <b:else/>       <a class='comment-link' expr:href='data:post.addCommentUrl' expr:onclick='data:post.addCommentOnclick'>         <data:post.commentLabelFull/>:       </a>     </b:if>   </b:if> </b:includable>               <b:includable id='comment_picker' var='post'>   <b:if cond='data:post.forceIframeComments'>     <b:include data='post' name='iframe_comments'/>     <b:if cond='data:post.showThreadedComments'>       <b:include data='post' name='comments'/>     <b:else/>       <b:include data='post' name='comments'/>     </b:if>   <b:else/>     <b:if cond='data:post.commentSource == 1'>       <b:include data='post' name='iframe_comments'/>     <b:else/>       <b:if cond='data:post.showThreadedComments'>         <b:include data='post' name='comments'/>       <b:else/>         <b:include data='post' name='comments'/>       </b:if>     </b:if>   </b:if> </b:includable>               <b:includable id='comments' var='post'> <b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'> <div class='facebook-bar commentbtn' onclick='toggleVisibility(&apos;facebook-box&apos;)'> Facebook </div> <div class='blogger-bar commentbtn' onclick='toggleVisibility(&apos;blogger-box&apos;)'> Blogger </div> <div class='disqus-bar commentbtn btncurrent' onclick='toggleVisibility(&apos;disqus-box&apos;)'> Disqus </div> <div class='comment-text'> Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai </div> <div class='clear'> </div> <div class='disqus-box' id='disqus-box'> <div class='comments' id='comments'> <b:include data='post' name='disqus-comment'/> </div> </div> <div class='blogger-box' id='blogger-box'> <div class='comments' id='comments2'>         <b:if cond='data:post.allowComments'>          <h3 id='total-comments'><data:post.commentLabelFull/></h3>                     <b:if cond='data:post.commentPagingRequired'>           <span class='paging-control-container'>            <a expr:class='data:post.oldLinkClass' expr:href='data:post.oldestLinkUrl'><data:post.oldestLinkText/></a>            &#160;            <a expr:class='data:post.oldLinkClass' expr:href='data:post.olderLinkUrl'><data:post.olderLinkText/></a>            &#160;            <data:post.commentRangeText/>            &#160;            <a expr:class='data:post.newLinkClass' expr:href='data:post.newerLinkUrl'><data:post.newerLinkText/></a>            &#160;            <a expr:class='data:post.newLinkClass' expr:href='data:post.newestLinkUrl'><data:post.newestLinkText/></a>           </span>          </b:if>                                <div class='clear'/>          <div id='comment_block'>           <b:loop values='data:post.comments' var='comment'>            <div class='data:comment.adminClass comment-set' data-level='0' expr:id='data:comment.anchorName'>             <b:if cond='data:post.adminClass == data:comment.adminClass'>              &lt;div class=&#39;comment_inner comment_admin&#39;&gt;             <b:else/>              &lt;div class=&#39;comment_inner&#39;&gt;             </b:if>              <div class='comment_area'>              <div class='comment_header'>              <div class='comment_avatar'>       <img alt='avatar' expr:src='data:comment.authorAvatarSrc' expr:title='data:comment.author'/>               </div>               <div class='comment_name'>                <b:if cond='data:comment.authorUrl'>                 <a expr:href='data:comment.authorUrl' expr:title='data:comment.author' rel='nofollow' target='_blank'><data:comment.author/></a>                <b:else/>                 <data:comment.author/>                </b:if>                <b:if cond='data:comment.author == data:post.author'>                   <span class='comment_author_flag'>Admin</span>                </b:if>               </div>                        <div class='comment_service'>                <a expr:href='data:comment.url' rel='nofollow' title='permalink'><span class='comment_date'><data:comment.timestamp/></span></a>                          </div>               <div class='clear'/>              </div>              <div class='comment_body'>               <b:if cond='data:comment.isDeleted'>                <span class='deleted-comment'><data:comment.body/></span>               <b:else/>                <p><data:comment.body/></p> <a class='comment_reply' expr:href='&quot;#r_&quot;+data:comment.anchorName' expr:id='&quot;r&quot;+data:comment.anchorName' onclick='javascript:Display_Reply_Form(this)' title='Balas'><i class='fa fa-reply'/> Balas</a>                           <a class='comment-delete' expr:href='&quot;https://www.blogger.com/delete-comment.g?blogID=&quot; + data:blog.blogId + &quot;&amp;amp;postID=&quot; + data:comment.id' expr:title='data:top.deleteCommentMsg'><i class='fa fa-trash'/></a>                                               <div class='clear'/>                                                      </b:if>                                                   </div>               <div class='clear'/>             &lt;/div&gt;             <div class='clear'/>             </div>             <div class='comment_child'/>             <div class='comment_reply_form' expr:id='&quot;r_f_&quot;+data:comment.anchorName'/>                       </div>           </b:loop>                     </div>           <div class='clear'/>          <b:if cond='data:post.commentPagingRequired'>           <span class='paging-control-container'>            <a expr:class='data:post.oldLinkClass' expr:href='data:post.oldestLinkUrl'><data:post.oldestLinkText/></a>            &#160;            <a expr:class='data:post.oldLinkClass' expr:href='data:post.olderLinkUrl'><data:post.olderLinkText/></a>            &#160;            <data:post.commentRangeText/>            &#160;            <a expr:class='data:post.newLinkClass' expr:href='data:post.newerLinkUrl'><data:post.newerLinkText/></a>            &#160;            <a expr:class='data:post.newLinkClass' expr:href='data:post.newestLinkUrl'><data:post.newestLinkText/></a>           </span>          </b:if>          <div class='clear'/>          <div class='comment_form' id='comment-form'>                          <b:if cond='data:post.embedCommentForm'>            <b:if cond='data:post.allowNewComments'>                                                                  <b:include data='post' name='threaded-comment-form'/>            <b:else/>             <data:post.noNewCommentsText/>            </b:if>           <b:else/>            <b:if cond='data:post.allowComments'>             <a expr:href='data:post.addCommentUrl' expr:onclick='data:post.addCommentOnclick'><data:postCommentMsg/></a>            </b:if>           </b:if>          </div>         </b:if>        </div>                   <script type='text/javascript'>        //<![CDATA[        if (typeof(jQuery) == 'undefined') {document.write("<scr" + "ipt type=\"text/javascript\" src=\"//ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.7.1/jquery.min.js\"></scr" + "ipt>");}        //]]>        </script>           <script type='text/javascript'>             <b:if cond='data:post.numComments != 0'>          var Items = <data:post.commentJso/>;          var Msgs = <data:post.commentMsgs/>;          var Config = <data:post.commentConfig/>;         <b:else/>          var Items = {};          var Msgs = {};          var Config = {&quot;maxThreadDepth&quot;:&quot;0&quot;};         </b:if>        //<![CDATA[ function downloadJSAtOnload2(){var d=document.createElement("script");d.src="https://cdn.rawgit.com/KompiAjaib/js/master/comment-hack.js",document.body.appendChild(d)}window.addEventListener?window.addEventListener("load",downloadJSAtOnload2,!1):window.attachEvent?window.attachEvent("onload",downloadJSAtOnload2):window.onload=downloadJSAtOnload2;      //]]>          </script> </div> <div class='facebook-box' id='facebook-box'> <div class='comments-fb'> <b:include data='post' name='fb-comments'/> </div> </div> </b:if> </b:includable>               <b:includable id='disqus-comment' var='post'>             <script type='text/javascript'>                 var disqus_blogger_current_url = &quot;<data:blog.canonicalUrl/>&quot;;                 if (!disqus_blogger_current_url.length) {                     disqus_blogger_current_url = &quot;<data:blog.url/>&quot;;                 }                 var disqus_blogger_homepage_url = &quot;<data:blog.homepageUrl/>&quot;;                 var disqus_blogger_canonical_homepage_url = &quot;<data:blog.canonicalHomepageUrl/>&quot;;             </script>             </b:includable>               <b:includable id='fb-comments' var='post'>             <div class='fb-comments' data-colorscheme='light' data-numposts='5' expr:data-href='data:post.url' id='fb-comment'/>             </b:includable>

3. Mengganti Multiple Komentar Lama dengan HTML disqus, facebook dan blogger

Cari isyarat yang ibarat di bawah ini.

               <b:includable id='threaded-comment-form' var='post'>...</b:includable>               <b:includable id='threaded_comment_js' var='post'>...</b:includable>  

Kemudian ganti semua isyarat di atas dengan isyarat di bawah ini.

               <b:includable id='threaded-comment-form' var='post'>   <div class='comment-form'> <div id='form-wrapper'>     <b:if cond='data:mobile'>       <p><data:blogCommentMessage/></p>       <data:blogTeamBlogMessage/>               <b:if cond='data:blog.pageType == &quot;static_page&quot;'>         <a expr:href='&quot;https://www.blogger.com/comment-iframe.g?blogID=&quot; + data:blog.blogId + &quot;&amp;amp;pageID=&quot; + data:post.id' id='comment-editor-src' title='comment editor'/>       <iframe class='blogger-iframe-colorize blogger-comment-from-post' height='250' id='comment-editor' name='comment-editor'/>         </b:if>         <b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'>         <a expr:href='&quot;https://www.blogger.com/comment-iframe.g?blogID=&quot; + data:blog.blogId + &quot;&amp;amp;postID=&quot; + data:post.id' id='comment-editor-src' title='comment editor'/>       <iframe class='blogger-iframe-colorize blogger-comment-from-post' height='250' id='comment-editor' name='comment-editor'/>         </b:if>     <b:else/> <div id='threaded-comment-form'>       <p><data:blogCommentMessage/> <span class='small-button'> <span id='show-emo'><a class='emo-button' href='javascript:void(0)' onclick='document.getElementById(&apos;emo-box&apos;).style.display=&apos;inline-block&apos;;document.getElementById(&apos;hide-emo&apos;).style.display=&apos;inline-block&apos;;document.getElementById(&apos;show-emo&apos;).style.display=&apos;none&apos;' title='Show Emoticon'><i class='fa fa-smile-o'/></a></span><span id='hide-emo' style='display:none'><a class='emo-button' href='javascript:void(0)' onclick='document.getElementById(&apos;emo-box&apos;).style.display=&apos;none&apos;;document.getElementById(&apos;hide-emo&apos;).style.display=&apos;none&apos;;document.getElementById(&apos;show-emo&apos;).style.display=&apos;inline-block&apos;' title='Hide Emoticon'><i class='fa fa-smile-o'/></a></span> </span>   </p> <div id='emo-box' style='display:none'>   <div class='comment_emo_list'/> </div>       <data:blogTeamBlogMessage/>               <b:if cond='data:blog.pageType == &quot;static_page&quot;'>         <a expr:href='&quot;https://www.blogger.com/comment-iframe.g?blogID=&quot; + data:blog.blogId + &quot;&amp;amp;pageID=&quot; + data:post.id' id='comment-editor-src' title='comment editor'/>       <iframe class='blogger-iframe-colorize blogger-comment-from-post' height='250' id='comment-editor' name='comment-editor'/>         </b:if>         <b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'>         <a expr:href='&quot;https://www.blogger.com/comment-iframe.g?blogID=&quot; + data:blog.blogId + &quot;&amp;amp;postID=&quot; + data:post.id' id='comment-editor-src' title='comment editor'/>       <iframe class='blogger-iframe-colorize blogger-comment-from-post' height='250' id='comment-editor' name='comment-editor'/>         </b:if>       </div>     </b:if> </div>     <data:post.friendConnectJs/>     <data:post.cmtfpIframe/>     <script type='text/javascript'>       BLOG_CMT_createIframe(&quot;<data:post.appRpcRelayPath/>&quot;, &quot;<data:post.communityId/>&quot;);     </script>   </div> </b:includable>               <b:includable id='threaded_comment_js' var='post'>   <script type='text/javascript'>     (function() {       var items = <data:post.commentJso/>;       var msgs = <data:post.commentMsgs/>;       var config = <data:post.commentConfig/>;        //<![CDATA[ function downloadJSAtOnload3(){var d=document.createElement("script");d.src="https://cdn.rawgit.com/KompiAjaib/js/master/threaded-comment.js",document.body.appendChild(d)}window.addEventListener?window.addEventListener("load",downloadJSAtOnload3,!1):window.attachEvent?window.attachEvent("onload",downloadJSAtOnload3):window.onload=downloadJSAtOnload3;      //]]>   </script> </b:includable>  

4. Kode Javascript Komentar Disqus dan Facebook


Letakan isyarat javascript di bawah ini sempurna di atas isyarat </body>

 <b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'> <div id='fb-root'/> <script type='text/javascript'> //<![CDATA[ var disqus_shortname="USERNAME DISQUS"; var disqus_url = disqus_blogger_current_url;  (function () {     "use strict";     var get_comment_block = function () {         var block = document.getElementById('comments');         if (!block) {             block = document.getElementById('disqus-blogger-comment-block');         }         return block;     };     var comment_block = get_comment_block();     if (!!comment_block) {         var disqus_div = document.createElement('div');         disqus_div.id = 'disqus_thread';         comment_block.innerHTML = '';         comment_block.appendChild(disqus_div);         comment_block.style.display = 'block';         var dsq = document.createElement('script');         dsq.async = true;         dsq.src = '//' + disqus_shortname + '.disqus.com/embed.js';         (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.body).appendChild(dsq);     } })();  !function(e,n,t){var o,c=e.getElementsByTagName(n)[0];e.getElementById(t)||(o=e.createElement(n),o.id=t,o.src="//connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v2.3",c.parentNode.insertBefore(o,c))}(document,"script","facebook-jssdk");      var divs = ["disqus-box", "blogger-box", "facebook-box"];     var visibleDivId = null;     function toggleVisibility(divId) {       if(visibleDivId === divId) {         visibleDivId = null;       } else {         visibleDivId = divId;       }       hideNonVisibleDivs();     }     function hideNonVisibleDivs() {       var i, divId, div;       for(i = 0; i < divs.length; i++) {         divId = divs[i];         div = document.getElementById(divId);         if(visibleDivId === divId) {           div.style.display = "block";         } else {           div.style.display = "none";         }       }     }  $(".commentbtn").click(function (e) { $(this).addClass("btncurrent").siblings().removeClass("btncurrent"); }); //]]> </script> </b:if>    Ganti isyarat USERNAME DISQUS dengan username Disqus blog Anda. Setelah itu anda sanggup menghosting isyarat javascript yang ada di antara isyarat //<![CDATA[ dan isyarat //]]>.

Jika anda tidak mempunyai hosting sendiri untuk java script disqus maka Anda sanggup memakai Google Drive untuk menghosting javascript-nya.
kalau belum tau cara meng hosting java script anda sanggup mempelajarinya di cara hosting java script.
Setelah meng-hosting javascript komentar disqus anda, silahkan gunakan javascript defer sehingga hasil java script diatas risikonya akan menjadi ibarat di bawah ini.

 <b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'> <div id='fb-root'/> <script type='text/javascript'> //<![CDATA[ function downloadJSAtOnload(){var d=document.createElement("script");d.src="URL HOSTING JAVASCRPT DI SINI",document.body.appendChild(d)}window.addEventListener?window.addEventListener("load",downloadJSAtOnload,!1):window.attachEvent?window.attachEvent("onload",downloadJSAtOnload):window.onload=downloadJSAtOnload; //]]> </script> </b:if>  
kalau anda sudah menghosting script maka ganti isyarat URL HOSTING JAVASCRPT DI SINI dengan url hosting javascript anda tadi.

6. Selesai

Perhatikan baik-baik langkah demi langkahnya, semoga tidak terjadi kesalahan. jangan lupa untuk membackup terlebih dahulu template blog anda. semoga kalau anda tidak berhasil template anda rusak maka masih mempunyai salinan lamanya. dan pastikan blog anda sudah suport font awesome semoga hail menciptakan kolom komentar disqus dan facebook anda maksimal.
Kembali Ke Fitrah, Kembali Menjalankan Pedoman Agama

Kembali Ke Fitrah, Kembali Menjalankan Pedoman Agama

Dalam suasana Syawal masih relevan kiranya kita bahas wacana fitrah. Bagaimana kaitannya dengan kembali kepada fitrah (idul Fithri)?. Kita kaji Firman Allah Surah Al-Rum ayat 30

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah membuat insan berdasarkan fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan insan tidak mengetahui. (Q.S. al-Rum/ 30: 30)
Ayat ini merupakan perintah kepada Nabi Muhammad dan juga kepada kita umat beliau untuk menghadapkan wajah, dalam artian diri dan segenap jiwa raga kita, kepada al-Din dalam keadaan lurus. Menghadapkan segenap jiwa raga itu dihentikan tidak lurus. Harus benar-benar lurus keseluruhannya. Seumpama kita bangun di hadapan seseorang di arah barat, maka dihentikan menghadapkan kepala ke barat kemudian dada menghadap ke utara atau sebaliknya. Maka dihentikan dalam keadaan menghadap kepada al-Din ini, dalam dikala yang bersamaan juga menghadap ke hal lain selain al-Din ini. Oleh kesannya diperintahkan menghadapkan dan mengarahkan semua perhatian dengan lurus kepada agama yang disyariatkan. Artinya menghadap secara totalitas.

Selanjutnya Allah memerintahkan kita untuk tetap mempertahankan fitrah Allah yang telah membuat insan berdasarkan fitrah itu. Dalam potongan ayat ini ditemukan kata fithrah. Ibnu Manzhur, dalam kamus Lisanul Arab menyebutkan kata fitrah berarti sesuatu pengetahuan wacana Tuhan yang diciptakan oleh Allah bagi manusia. Ia berasal dari kata fathara yang berarti penciptaan awal yang belum ada pola sebelumnya. Di antaranya firman Allah dalam surat Fathir ayat 1 menyebutkan الْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ  (segala puji bagi Allah sebagai pencipta lagit dan bumi). Ibnu ‘Abbas menyebutkan bahwa ia tidak mengetahui makna fathir al-samawati wa al-ardhi sampai pada suatu hari melihat dua orang arab bertengkar wacana kepemilikan sumur. Salah seorang dari mereka menyebutkan ana fathartuha (saya yang pertama membuatnya). 

Poin yang ingin saya sampaikan dari pernyataan Ibnu Manzhur ini ialah bahwa fithrah ialah sesuatu yang sengaja diciptakan oleh Allah kemudian diberikan kepada insan sebagai bekal bagi insan untuk hingga mengenal Allah atau untuk bertauhid. Sejalan dengan pendapat di atas, Al-Raghib al-Ashfahaniy dalam kitab ­Mufradat-nya menyebutkan bahwa fitrah ialah pengetahuan keimanan yang diberikan oleh Allah kepada setiap manusia. Sampai di sini kita pahami bahwa fitrah (fithrah) adalah potensi dasar yang diberikan oleh Allah bagi setiap insan untuk bertauhid dan mengenal agama dengan baik.

Lalu Allah sebutkan tidak ada perubahan pada fitrah Allah. Fitrah itu tetap ada bagi setiap manusia. Fitrah yang Allah berikan itu tidak akan berubah. Quraish Shihab menyebutkan bahwa sekelas Firaun yang mengaku sebagai ilahi sekalipun di selesai hayatnya memunculkan akreditasi yang terlambat dengan menyampaikan “aku beriman dengan Tuhannya Musa dan Harun”. Pengakuan itu berdasarkan Quraish Shihab ialah fitrah beragama yang tetap itu.

Lalu muncul pertanyaan bagaimana dengan orang yang ternyata kini kita temukan tidak beragama dengan agama yang lurus? Nabi sebutkan dalam hadis yang disampaikan oleh Abu Hurairah sebagaimana dikutip al-Suyuthi:

وأخرج البخاري ومسلم وابن المنذر وابن أبي حاتم وابن مردويه عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم " ما من مولود إلا يولد على الفطرة فأبواه يهودانه وينصرانه ويمجسانه كما تنتج البهيمة بهيمة جمعاء هل تحسون فيها من جدعاء ؟ " ثم يقول أبو هريرة رضي الله عنه : اقرأوا ان شئتم فطرة الله التي فطر عليها لا تبديل لخلق الله لذلك الدين القيم
Diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim, Ibn Munzhir, Ibn Hatim dan Ibn Mardawaih dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda: “Tidak satupun bayi yang terlahir ke dunia ini kecuali atas dasar fitrah. Lalu kedua orang tuanya yang menjadikannya menganut agama yahudi, nashrani atau majusi. Seperti halnya hewan yang lahir sempurna. Apakah kau menemukan ada anggota badannya yang terpotong, kecuali kalau kau yang memotongnya?.” Kemudian Abu Hurairah berkata: bacalah fithratallahi (ayat 30 surat al-Rum).

Dalam hadis ini disebutkan bahwa tidak satu pun bayi yang terlahir ke dunia ini kecuali atas dasar fitrah. Lalu kedua orang tuanya, dalam hal ini sebagai lingkungan terdekat bagi seorang bayi, yang menjadikannya menganut agama Yahudi, Kristen atau Majusi. Orang bau tanah ialah lingkungan pertama yang mengakibatkan anak sanggup menjauhi fitrahnya. Tidak hanya orang tua. Lingkungan, sekolah, kawan, bahkan masyarakat juga besar lengan berkuasa dalam membuat anak akan tetap pada fitrahnya atau menjauhi fitrahnya.

Melalui ayat ini Allah menegaskan bahwa adanya fitrah keagamaan yang perlu dipertahankan oleh manusia. Bukankah awal ayat ini merupakan perintah untuk mempertahankan dan meningkatkan apa yang selama ini telah dilakukan oleh Rasul Saw., yakni menghadapkan wajah ke agama yang benar? Bukankah itu yang dinamai oleh ayat ini sebagai fitrah? Bukankah itu yang ditunjukkannya sebagai agama yang benar? Jika demikian, ayat ini berbicara wacana fitrah keagamaan.

Ayat di atas mempersamakan antara fitrah dengan agama yang benar, sebagaimana dipahami dari lanjutan ayat yang menyatakan “itulah agama yang lurus”. Jika pernyataan ini dikaitkan dengan pernyataan sebelumnya  bahwa Alllah yang telah membuat insan atas fitrah itu, ini berarti bahwa agama yang benar atau agama Islam ialah agama yang sesuai dengan fitrah itu. Juga dipahami bahwa fitrah beragama akan membawa insan kepada agama yang lurus. Ketika ada orang yang tidak beragama sesuai dengan agama yang lurus (al-Din al-Qayyim), itu alasannya ialah ia telah lari menghindar dari fitrahnya. Sebagaimana disebutkan oleh hadis di atas.

Sebagai bukti bahwa adanya fitrah beragama atau fitrah ketauhidan yang diberikan kepada insan ialah dengan adanya kesaksian insan pada dikala sebelum ia dilahirkan ke atas bumi ini. Kesaksian itu ialah menyatakan bahwa Allah sebagai rabb (Tuhan). Bagi kita umat Islam, warta wacana “perjanjian” kesaksian kita dengan Allah itu diinformasikan Allah dalam Surah al-A’raf ayat 172

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي ءَادَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan belum dewasa Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) semoga di hari selesai zaman kau tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) ialah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)". (Q.S. al-A'raf/ 7: 172)

Terkait klarifikasi ayat ini kita bahas pada pertemuan yang lain In Sya’a Allah.

Lalu Bagaimana Kaitan Fitrah Dengan Idul Fitri?

Idul fitri ialah hari kemenangan alasannya ialah kita telah mengisi siang dan malam hari Ramadhan dengan puasa dan ibadah sunnah lainnya dengan keyakinan dan ikhlas. Sebagai ganjarannya, Allah ampuni dosa kita yang telah berlalu. Itulah kemenangan yang kita rayakan dengan bertakbir membesarkan Allah, bertahlil mengesakan Allah serta bertahmid memuji Allah.

Idul Fitri atau kembali fitrah idealnya juga ialah kita kembali kepada fitrah bertauhid kita, fitrah kita beragama dan menjalankan aliran agama. Idul fitri ialah kembali menjalankan aliran agama. Idul fitri bukanlah kita yang telah menjalankan aliran agama selama bulan Ramadhan, kemudian kita lupakan aliran itu selepas Ramadhan. Baru akan kembali melakukan aliran agama pada bulan Ramadhan yang akan datang. Ini sejatinya bukanlah Idul Fitri.

Karena fitrah ialah potensi dasar yang diberikan oleh Allah bagi setiap insan untuk bertauhid dan mengenal agama dan selanjutnya sanggup menjalankan agama dengan baik, maka kembali kepada fitrah tentunya kembali melakukan ibadah wajib dan sunnah yang sudah dilaksanakan di bulan Ramadhan. Orang yang telah beridul Fitri tentunya kembali shalat ke masjid, kembali mengaji, berinfak dan berderma, kembali mengikuti pengajian, kembali berpuasa dengan puasa sunnah. Pendek kata, orang yang telah beridul fitri ialah orang yang kembali menegakkan agama dalam dirinya. Bukan malah meninggalkan agama, apalagi malah kembali ke kubangan dosa dan maksiat lagi. Tetapi kebanyakan insan tidak mengetahui. Bunyi ujung ayat 30 surah al-Rum ini.

Hadanallahu wa iyyakum. Billahi taufiq walhidayah, warridho walinayah.  

___
Disampaikan pertama kali untuk pengajian subuh di Masjid Taqwa Muhammadiyah Aceh Tengah pada hari Kamis tanggal 14 Syawal 1439 H/ 28 Juni 2018 M
Kembali Fitri Jangan Kembali Berdosa Lagi

Kembali Fitri Jangan Kembali Berdosa Lagi

Taqabbalallahu minna wa minkum. Wa ja'alana minal 'aidin walfaizin.

Selamat untuk kita semua yang telah berpuasa dengan dogma dan nrimo lantaran Allah. Karena hari ini kita telah mendapat komitmen Allah berupa ampunan dari dosa yang telah berlalu. Sehingga hari ini kita disebut kembali kepada kondisi tanpa dosa sebagaimana layaknya seorang bayi yang gres lahir, suci tanpa dosa, Idul fitri.

Sebagian juga menyebutkan, selamat berhari raya. Selamat merayakan kemenangan. Menang bukan lantaran kita telah bebas dan merdeka dari rasa haus dan lapar yang kita lalui selama satu bulan. Kita menang alasannya sudah berhasil melawan musuh terbesar yang ada dalam diri kita, yaitu keinginan/ nafsu.

Namun sangat disayangkan. Masih ada di antara sebagian kita yang merayakan kemenangan dengan cara yang tidak tepat. Di beberapa kawasan kemenangan dirayakan dengan letupan mercun dan hiasan kembang api yang sejatinya bukan tradisi Islam. Uang THR dipakai untuk hal mubazir pembeli mercun dan kembang api yang harganya luar biasa mahalnya.

Dulu mungkin ada program hiburan di kampung yang digagas dan dipersiapkan dengan baik oleh para perjaka pemudi kampung. Ada pertunjukkan drama. Juga ada pentas seni tari yang diisi oleh bawah umur sekolah. Ada juga pertandingan bola kaki. Lomba balap karung dan permainan tradisional lainnya. Bahkan juga ada buayan ka[li]liang, ibarat wahana bianglala. Uniknya ia tidak digerakkan oleh mesin, tapi diputar bersama memakai tenaga para pemuda. Uang THR tetap berputar dan beredar di kampung.

Perubahan zaman terjadi dengan cepat. Tradisi usang itu sudah susah ditemukan. Yang ada kini kita temukan hiburan dan pasar malam yang acaranya digagas bukan lagi oleh perjaka kampung. Tapi, ini yakni bisnis yang tiba dari luar kampung. Uang THR sudah beredar luas hingga ke tangan pengusaha pasar malam.

Ada juga masyarakat berpesta merayan idul fitri dengan dentuman musik hingar-bingar. Menampilkan penyanyi yang tidak menutup aurat. Lalu program itu ditonton oleh masyarakat umum. Bergabung menontonnya ayah, anak, mamak dan kemenakan. Hilang rasa malu. Hilang basa basi, hilang raso jo pareso.

Tidak jarang, program hiburan itu dikunjungi oleh pemuda-pemudi dari luar kampung. Terkadang juga terdengar kerusuhan kecil berupa pertengkaran pemuda. Tapi ini tidak sering terjadi. Tidak diketahui juga apa penyebabnya. Entah lantaran bersenggolan ketika berjoget. Atau lantaran mereka lupa diri disebabkan efek minuman memabukkan. Tidak ada yang tahu niscaya apa penyebabnya. Informasi niscaya juga susah didapat. Yang ada hanya sisa botol bekas minuman keras di lokasi acara.

Ada juga yang mengikat hiburan musik ini dengan program 'amal' menggalang dana dengan program lelang kue, lelang singgang ayam atau bahkan lelang kambing guling. Acara ini juga memanfaatkan momen para perantau pulang kampung. Dana yang terkumpul biasanya diperuntukkan untuk pembangunan kampung, minimal membangun posko pemuda.

Kembali ke topik pembicaraan. Idul fitri bukanlah hari merayakan kemenangan nafsu yang sudah dipuasakan sebulan penuh. Idul fitri juga bukan hari raya untuk berpesta dengan melupakan silaturahim dan kekeluargaan. Idul fitri bukanlah hari kemenangan dengan melupakan ibadah yang sudah dilatih dan dibiasakan sebulan penuh. Idul fitri yakni hari raya membesarkan Allah (wa li tukabbirullah).

Idul fitri yakni hari raya kembali kepada kondisi fitri, kembali kepada kondisi suci. Bukan kembali lagi berdosa dan kembali ke kubangan maksiat lagi. Idul fitri yakni bagaimana rasanya keluar dari masa karantina dan pelatihan. Maka usaha yang sungguh berat bergotong-royong bukan pada ketika latihan, tapi setelah latihan.

Idul fitri yakni layaknya waktu awal bagi para siswa, santri dan mahasiswa kembali ke masyarakat setelah menamatkan pendidikannya. Idul fitri bagaikan masa awal mempraktekkan ilmu dan training yang sudah didapat di dingklik pendidikan.

Contoh yang sering disampaikan oleh buya dan tengku di mesjid dan musalla ketika ceramah yakni bagaimana ayam yang gres dibeli dikenalkan pada kandangnya. Biasanya dalam masa tiga hari seekor ayam dikurung dalam kandangnya. Setelah itu jikalau dilepas, ia akan kembali ke kandangnya pada senja harinya.

Contoh lain bagaimana seekor beruk yang diajar dan dilatih memetik kelapa. Setelah selesai pelatihannya, beruk dihadapkan pada kenyataan memetik kelapa yang sesungguhnya. Berpindah dari satu pohon ke pohon berikutnya untuk melakukan tugasnya memetik kelapa. Ia tetap patuh dan tunduk pada arahan tuannya. Walau terkadang ada godaan dan kendala yang dilaluinya ibarat bertemu sarang semut atau bahkan hewan berbisa.

Kita selaku makhluk terpelajar tentu mustahil sama ibarat ayam dan beruk dalam pola di atas. Kita yang sudah dilatih sebulan mengendalikan hawa nafsu tentunya jauh lebih cerdas dari dua pola di atas. Kita yang sudah melatih diri kita salat ke masjid selama bulan berkat hendaknya tidak melupakan jalan ke masjid. Kita sudah melatih diri kita untuk salat malam selama Ramadan. Tentunya juga kita lanjutkan praktek latihan sebulan itu setelah Ramadan. Kita juga sudah latihan berinfak dan bersedekah selama Ramadan. Hendaknya juga melanjutkan tradisi itu setelah Ramadan. Kita yang sudah tadarus dan membaca Quran bahkan hingga khatam, hendaknya tidak berhenti membacanya di luar Ramadan.

Terkadang kita merasa iba lantaran bulan berkat hanya sebagai pemberhentian sementara dari dosa bagi sebagian orang. Kita juga duka ketika melihat masjid musalla hanya berisi di bulan Ramadan. Kita harusnya aib lantaran ibadah kita masih bersifat musiman.

Kita patutnya menangis jikalau ternyata sesudah 'Idul Fitri (kembali suci) kita menjadi 'Idul Ma'ashi atau 'Idul 'Ishyani (kembali berdosa lagi). Semoga tidak ada lagi saudara kita yang kembali berjudi, mabuk dan mencuri setelah Ramadan. Semoga tidak ada lagi perbuatan curang dan riba dalam jual beli pasca Ramadan. Semoga tidak ada lagi praktek suap, memotong hak orang lain dan korupsi mulai Syawal ini. Aamiin.

Kita bermohon kepada Allah supaya menjadi hamba yang istiqamah beriman dan bersedekah serta menghindari perbuatan dosa. Selamat Idul Fitri. Semoga Allah terima ibadah dan amal soleh kita. Semoga Allah ampuni dosa-dosa kita, sihingga benar-benar menjadi hamba yang kembali suci dan tetap suci hingga final hidup nanti. Aamiin.

#idmubarak
Kembali Ke Fitrah, Kembali Menjalankan Pedoman Agama

Kembali Ke Fitrah, Kembali Menjalankan Pedoman Agama

Dalam suasana Syawal masih relevan kiranya kita bahas wacana fitrah. Bagaimana kaitannya dengan kembali kepada fitrah (idul Fithri)?. Kita kaji Firman Allah Surah Al-Rum ayat 30

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah membuat insan berdasarkan fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan insan tidak mengetahui. (Q.S. al-Rum/ 30: 30)
Ayat ini merupakan perintah kepada Nabi Muhammad dan juga kepada kita umat beliau untuk menghadapkan wajah, dalam artian diri dan segenap jiwa raga kita, kepada al-Din dalam keadaan lurus. Menghadapkan segenap jiwa raga itu dihentikan tidak lurus. Harus benar-benar lurus keseluruhannya. Seumpama kita bangun di hadapan seseorang di arah barat, maka dihentikan menghadapkan kepala ke barat kemudian dada menghadap ke utara atau sebaliknya. Maka dihentikan dalam keadaan menghadap kepada al-Din ini, dalam dikala yang bersamaan juga menghadap ke hal lain selain al-Din ini. Oleh kesannya diperintahkan menghadapkan dan mengarahkan semua perhatian dengan lurus kepada agama yang disyariatkan. Artinya menghadap secara totalitas.

Selanjutnya Allah memerintahkan kita untuk tetap mempertahankan fitrah Allah yang telah membuat insan berdasarkan fitrah itu. Dalam potongan ayat ini ditemukan kata fithrah. Ibnu Manzhur, dalam kamus Lisanul Arab menyebutkan kata fitrah berarti sesuatu pengetahuan wacana Tuhan yang diciptakan oleh Allah bagi manusia. Ia berasal dari kata fathara yang berarti penciptaan awal yang belum ada pola sebelumnya. Di antaranya firman Allah dalam surat Fathir ayat 1 menyebutkan الْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ  (segala puji bagi Allah sebagai pencipta lagit dan bumi). Ibnu ‘Abbas menyebutkan bahwa ia tidak mengetahui makna fathir al-samawati wa al-ardhi sampai pada suatu hari melihat dua orang arab bertengkar wacana kepemilikan sumur. Salah seorang dari mereka menyebutkan ana fathartuha (saya yang pertama membuatnya). 

Poin yang ingin saya sampaikan dari pernyataan Ibnu Manzhur ini ialah bahwa fithrah ialah sesuatu yang sengaja diciptakan oleh Allah kemudian diberikan kepada insan sebagai bekal bagi insan untuk hingga mengenal Allah atau untuk bertauhid. Sejalan dengan pendapat di atas, Al-Raghib al-Ashfahaniy dalam kitab ­Mufradat-nya menyebutkan bahwa fitrah ialah pengetahuan keimanan yang diberikan oleh Allah kepada setiap manusia. Sampai di sini kita pahami bahwa fitrah (fithrah) adalah potensi dasar yang diberikan oleh Allah bagi setiap insan untuk bertauhid dan mengenal agama dengan baik.

Lalu Allah sebutkan tidak ada perubahan pada fitrah Allah. Fitrah itu tetap ada bagi setiap manusia. Fitrah yang Allah berikan itu tidak akan berubah. Quraish Shihab menyebutkan bahwa sekelas Firaun yang mengaku sebagai ilahi sekalipun di selesai hayatnya memunculkan akreditasi yang terlambat dengan menyampaikan “aku beriman dengan Tuhannya Musa dan Harun”. Pengakuan itu berdasarkan Quraish Shihab ialah fitrah beragama yang tetap itu.

Lalu muncul pertanyaan bagaimana dengan orang yang ternyata kini kita temukan tidak beragama dengan agama yang lurus? Nabi sebutkan dalam hadis yang disampaikan oleh Abu Hurairah sebagaimana dikutip al-Suyuthi:

وأخرج البخاري ومسلم وابن المنذر وابن أبي حاتم وابن مردويه عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم " ما من مولود إلا يولد على الفطرة فأبواه يهودانه وينصرانه ويمجسانه كما تنتج البهيمة بهيمة جمعاء هل تحسون فيها من جدعاء ؟ " ثم يقول أبو هريرة رضي الله عنه : اقرأوا ان شئتم فطرة الله التي فطر عليها لا تبديل لخلق الله لذلك الدين القيم
Diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim, Ibn Munzhir, Ibn Hatim dan Ibn Mardawaih dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda: “Tidak satupun bayi yang terlahir ke dunia ini kecuali atas dasar fitrah. Lalu kedua orang tuanya yang menjadikannya menganut agama yahudi, nashrani atau majusi. Seperti halnya hewan yang lahir sempurna. Apakah kau menemukan ada anggota badannya yang terpotong, kecuali kalau kau yang memotongnya?.” Kemudian Abu Hurairah berkata: bacalah fithratallahi (ayat 30 surat al-Rum).

Dalam hadis ini disebutkan bahwa tidak satu pun bayi yang terlahir ke dunia ini kecuali atas dasar fitrah. Lalu kedua orang tuanya, dalam hal ini sebagai lingkungan terdekat bagi seorang bayi, yang menjadikannya menganut agama Yahudi, Kristen atau Majusi. Orang bau tanah ialah lingkungan pertama yang mengakibatkan anak sanggup menjauhi fitrahnya. Tidak hanya orang tua. Lingkungan, sekolah, kawan, bahkan masyarakat juga besar lengan berkuasa dalam membuat anak akan tetap pada fitrahnya atau menjauhi fitrahnya.

Melalui ayat ini Allah menegaskan bahwa adanya fitrah keagamaan yang perlu dipertahankan oleh manusia. Bukankah awal ayat ini merupakan perintah untuk mempertahankan dan meningkatkan apa yang selama ini telah dilakukan oleh Rasul Saw., yakni menghadapkan wajah ke agama yang benar? Bukankah itu yang dinamai oleh ayat ini sebagai fitrah? Bukankah itu yang ditunjukkannya sebagai agama yang benar? Jika demikian, ayat ini berbicara wacana fitrah keagamaan.

Ayat di atas mempersamakan antara fitrah dengan agama yang benar, sebagaimana dipahami dari lanjutan ayat yang menyatakan “itulah agama yang lurus”. Jika pernyataan ini dikaitkan dengan pernyataan sebelumnya  bahwa Alllah yang telah membuat insan atas fitrah itu, ini berarti bahwa agama yang benar atau agama Islam ialah agama yang sesuai dengan fitrah itu. Juga dipahami bahwa fitrah beragama akan membawa insan kepada agama yang lurus. Ketika ada orang yang tidak beragama sesuai dengan agama yang lurus (al-Din al-Qayyim), itu alasannya ialah ia telah lari menghindar dari fitrahnya. Sebagaimana disebutkan oleh hadis di atas.

Sebagai bukti bahwa adanya fitrah beragama atau fitrah ketauhidan yang diberikan kepada insan ialah dengan adanya kesaksian insan pada dikala sebelum ia dilahirkan ke atas bumi ini. Kesaksian itu ialah menyatakan bahwa Allah sebagai rabb (Tuhan). Bagi kita umat Islam, warta wacana “perjanjian” kesaksian kita dengan Allah itu diinformasikan Allah dalam Surah al-A’raf ayat 172

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي ءَادَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan belum dewasa Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) semoga di hari selesai zaman kau tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) ialah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)". (Q.S. al-A'raf/ 7: 172)

Terkait klarifikasi ayat ini kita bahas pada pertemuan yang lain In Sya’a Allah.

Lalu Bagaimana Kaitan Fitrah Dengan Idul Fitri?

Idul fitri ialah hari kemenangan alasannya ialah kita telah mengisi siang dan malam hari Ramadhan dengan puasa dan ibadah sunnah lainnya dengan keyakinan dan ikhlas. Sebagai ganjarannya, Allah ampuni dosa kita yang telah berlalu. Itulah kemenangan yang kita rayakan dengan bertakbir membesarkan Allah, bertahlil mengesakan Allah serta bertahmid memuji Allah.

Idul Fitri atau kembali fitrah idealnya juga ialah kita kembali kepada fitrah bertauhid kita, fitrah kita beragama dan menjalankan aliran agama. Idul fitri ialah kembali menjalankan aliran agama. Idul fitri bukanlah kita yang telah menjalankan aliran agama selama bulan Ramadhan, kemudian kita lupakan aliran itu selepas Ramadhan. Baru akan kembali melakukan aliran agama pada bulan Ramadhan yang akan datang. Ini sejatinya bukanlah Idul Fitri.

Karena fitrah ialah potensi dasar yang diberikan oleh Allah bagi setiap insan untuk bertauhid dan mengenal agama dan selanjutnya sanggup menjalankan agama dengan baik, maka kembali kepada fitrah tentunya kembali melakukan ibadah wajib dan sunnah yang sudah dilaksanakan di bulan Ramadhan. Orang yang telah beridul Fitri tentunya kembali shalat ke masjid, kembali mengaji, berinfak dan berderma, kembali mengikuti pengajian, kembali berpuasa dengan puasa sunnah. Pendek kata, orang yang telah beridul fitri ialah orang yang kembali menegakkan agama dalam dirinya. Bukan malah meninggalkan agama, apalagi malah kembali ke kubangan dosa dan maksiat lagi. Tetapi kebanyakan insan tidak mengetahui. Bunyi ujung ayat 30 surah al-Rum ini.

Hadanallahu wa iyyakum. Billahi taufiq walhidayah, warridho walinayah.  

___
Disampaikan pertama kali untuk pengajian subuh di Masjid Taqwa Muhammadiyah Aceh Tengah pada hari Kamis tanggal 14 Syawal 1439 H/ 28 Juni 2018 M