Jumat, 19 Oktober 2018

Dunia Islam :  Jadilah Perempuan Yang Paling Anggun Di Dunia

Dunia Islam : Jadilah Perempuan Yang Paling Anggun Di Dunia

 JADILAH WANITA YANG PALING CANTIK DI DUNIA   Bismillahirrahmanirrahim Assalaamu Dunia Islam :  Jadilah Perempuan Yang Paling Anggun Di Dunia
Bismillahirrahmanirrahim
Assalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabaarakaatuh

Siapa yang tidak mau jadi elok ? Kita juga mau jadi elok dan selalu mau kelihatan elok lahir dan batin. Kita yakin,
semua perempuan mau jadi cantik. Bukan elok biasa tapi elok yang luar biasa. Bukan sekedar perempuan yang paling elok di tempat kerja atau di kampung atau di tempat atau di negara kita saja, tetapi perempuan yang paling elok di dunia.. ^_^

Cantik bukan sekedar pada bentuk fisik semata tetapi yang mengesankan ialah kecantikan dalaman yang bisa membawa kecantikan luarannya. Kecantikan rohani yang semarak amis kecantikan lahiriyahnya. Cantik itu juga harus disertai dengan kecerdikan dan kecerdasan akal. Jadilah perempuan yang terpelajar, berwawasan dan berilmu. Dengan ilmu, kecantikan diri akan lebih terlihat hasil dari pantulan cahaya keilmuan yang mempersona.

Islam memiliki evaluasi indah terhadap niat kecantikan perempuan muslimah. Islam menilai elok bukan kepada luaran bentuk badannya tetapi lebih menitikberatkan kepada elok rohani yang mengangkat martabat perempuan pada kedudukan yang selayaknya unggul sebagai perempuan muslimah. Wanita yang dipelihara segala kehidupannya dengan kemuliaan melalui syariat. Dialah perempuan yang tercantik di dunia lantaran menghiasi kecantikan dirinya dengan takwa kepada Allah. Subhanallah..

Karena itu kita harus berbangga menyebabkan Siti Asiah, Siti Maryam, Siti Khadijah, Siti Aisyah, Siti Fatimah, Atikah, Ummu Sulaim dan banyak lagi sebagai teladan teladan dalam kehidupan bersyariat. Mereka takut kepada Allah disebabkan dogma yang menempel berpengaruh di jiwa mereka sedangkan mereka dikaruniakan kecantikan lahiriyah yang dikagumi oleh semua kaum lelaki di zaman mereka. Mereka memelihara kehormatan diri dari segala kemaksiyatan mata dan kemungkaran hati. Mereka senantiasa tegas dalam mendalami aliran Islam yang disyariatkan tanpa merasa bosan untuk melaksanakannya. Malah ridha dan nrimo penuh kerelaan tanpa terbagi. Kepintaran nalar menciptakan jiwa mereka elok lahir dan batin. Itulah kecantikkan sejati. Indah mereka sangat mengagumkan seumur hidupnya.

Tidak dinafikan apa yang elok akan menjadi rebutan dan siulan. Apa yang indah akan selalu ditatapi dengan renungan yang dalam. Sesuatu yang elok dan indah bila dibekali dengan ilmu dan kebijakan tentu sekali akan sangat bernilai tinggi. Ia disimpan di tempat yang kokoh sehingga tidak ada siapa pun yang sanggup menyentuh dengan sesuka hati. Ia akan dijaga sepenuh perasaan, dipelihara dengan penuh tanggungjawab dan dicontoh dengan penghargaan yang tidak terperi. Demikianlah bila yang elok itu diberi penghargaan yang seindahnya. Oleh lantaran itu hargailah kecantikan diri sebagai kesempurnaan dari Allah yang sangat unik sebanding dengan lelaki yang memuja dan mengaguminya.

Ibarat emas yang tersimpan di dalam lumbung yang kelam di perut bumi. Ibarat mutiara yang bersemayam di istana sang tiram di kelilingi lautan air yang bergelombang. Ibarat berlian yang membenam di bumi paling dalam untuk ditemui. Bahkan, mirip bintang gemini yang bergemerlapan jauh di langit tinggi. Cantik dan indah, namun sukar dicari dan dicapai bila tidak dengan kesungguhan hati. Demikianlah seorang perempuan yang mau kecantikan dirinya dihargai, tentu sekali akan menjaga diri untuk dicontohi dan dicemburui.

Kepada perempuan muslimah yang ridha kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagai Rabbnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai suri teladannya dan Islam sebagai agama anutan yang diyakininya, maka selimutilah seluruh jiwamu dengan pakaian takwa dan yang terselubung aib biar engkau terhindar dari semua kerusakan lahiriyah dan rohaniah. Dunia hari ini tidak pernah mempedulikan siapakah engkau yang berjalan di atasnya. Maka berbekalah dogma yang menjadi keutamaanmu dalam menjalani kehidupan ini.

Setelah engkau sanggup berikrar bahawa “Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Muhammad itu utusan Allah,” apakah engkau masih bisa untuk melanggar perjanjian ikrarmu itu ? Jauhilah dirimu dari sifat-sifat perempuan barat yang mewariskan segala sifat-sifat perempuan zaman jahiliah. Mereka “berpakaian tetapi telanjang” yaitu membuka segala kecantikan langsung yang sepatutnya menjadi pujian dan hanya direnungi penuh nafsu oleh yang berhak atas dirinya bukan ditelanjangi oleh siapapun saja dengan mata yang tidak mengenal dosa. Malah berbangga memamerkannya di mata dunia. Astaghfirullah..

Bertaubatlah biar kecantikan langsung muslimahmu akan lebih menyinari dunia kehidupanmu. Janganlah engkau tertipu dengan Barat dan model kehidupannya. Semuanya hanyalah bayangan “fatamorgana” yang menipu daya silau matamu. Mereka tidak akan berhenti dan berputus asa untuk merusak porandakan kepribadian muslimahmu untuk berdasarkan segala nafsu yang mengarah kepada kemaksiatan dan kemungkaran.

Lepaskan seluruh pakaian kebiadaban milik mereka dari tubuhmu. Ayo… gunakan kesucian pribadimu mulai ketika ini dengan pakaian dogma yang murni dan setulus hati kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala tanpa terbagi. InsyaAllah, engkau akan menjadi perempuan muslimah yang paling elok pribadinya di dunia fana dan di dunia abadi.

Sadarilah kehidupan ini sangat pendek dan memerlukan kebijaksanaan nalar untuk melaluinya. Berusahalah kembali ke jalan yang lurus dan benar, selagi denyut jantungmu masih berdetak mengalun seirama kesejukan hidup. Selagi nafasmu belum mengisyaratkan lampu merah, maka segalanya masih terbuka untuk menuju pintu keinsafan. Jangan habiskan sisa umurmu dengan perbuatan yang sia-sia. Jangan gunakan nafsumu dengan memuaskan kehendak mereka. Jangan biarkan waktu kehabisan minyak, sehingga kelak engkau akan jadi perempuan yang paling rugi di dunia ini.

“Sesungguhnya Allah itu indah dan menyayangi yang indah serta maha pemurah dan menyukai orang yang pemurah, menyukai moral yang luhur dan membenci moral yang rendah.” (HR. Al- Baihaqi)

Wallahua’lam bish Shawwab.

♥ SEMOGA BERMANFAAT ♥
Di Nukil dari INDAHKASIHKU

Rabu, 26 September 2018

Wanita Penghuni Syurga

Wanita Penghuni Syurga


Muncul pertanyaan di benak kita, apa yang menjadikan kebanyakan perempuan menjadi penduduk neraka? Dalam sebuah cerita saat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam dan para shahabatnya melaksanakan shalat gerhana, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam melihat Surga dan neraka.Ketika dia melihat neraka dia bersabda kepada para shahabatnya radhiyallahu 'anhum, “ … dan saya melihat neraka maka tidak pernah saya melihat pemandangan menyerupai ini sama sekali, saya melihat kebanyakan penduduknya yakni kaum wanita. Shahabat pun bertanya, “Mengapa (demikian) wahai Rasulullah?” Beliau Shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab, “Karena kekufuran mereka.” Kemudian ditanya lagi, “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “Mereka kufur terhadap suami-suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) pasti dia akan berkata, ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’ ” (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas radliyallahu 'anhuma)

Dalam hadits lainnya, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam menjelaskan wacana perempuan penduduk neraka, dia bersabda, “ … dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya mereka telanjang, melenggak-lenggokkan kepala mereka lantaran sombong dan berpaling dari ketaatan kepada Allah dan suaminya, kepala mereka seperti menyerupai punuk onta. Mereka tidak masuk Surga dan tidak mendapatkan wanginya Surga padahal wanginya bisa didapati dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim dan Ahmad dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu)

Bagi para muslimah atau umumnya perempuan saat membaca atau mendengar hadist-hadist di atas sontak naik darah dan tidak bisa mendapatkan sepenuhnya. Minimal akan berhujjah bekerjsama perempuan bisa berbuat demikian lantaran ada penyebabnya, bukan tiba-tiba ingin berlaku demikian. Siapapun kalau ditanya tentu saja tidak ada yang ingin masuk neraka apalagi diklaim akan masuk neraka. Naudzubillah mindzalik!

Memang, berlayar mengarungi bahterah rumah tangga itu tidak semudah yang dibayangkan. Seorang muslimah tepatnya seorang istri, tidak saja harus membekali dirinya dengan ilmu agama yang cukup tapi juga mutlak diperlukan mental baja dan administrasi yang baik dalam mengelola gelombang kehidupan beserta segala pernak pernik yang menyertainya. Ketika urusan rumah tangga tidak pernah ada habisnya, bawah umur rewel dan kondisi fisik sedang tidak fit, kemudian suami pulang kerja minta dilayani tanpa mau perduli dengan kondisi kita, biasanya, dalam kondisi menyerupai ini tidak banyak perempuan yang tetap bisa mengendalikan kesabarannya. Manusiawi bukan? Belum tentu!Justru dalam situasi menyerupai inilah keimanan dan kesabaran kita akan teruji. Apakah kita masih bisa mengeluarkan kata-kata manis sekaligus rona muka penuh dengan senyum ketulusan? Sulit memang! Tapi sulit bukan berarti tidak bisa!

Jika kita cermati hadist diatas secara seksama, maka akan kita dapati beberapa lantaran mengapa perempuan bisa menjadi penduduk minoritas di surga, di antaranya :

Pertama, kufur terhadap kebaikan-kebaikan suami. Sebuah fenomena yang sering kita saksikan, seorang istri yang mengingkari kebaikan-kebaikan suaminya dalam waktu yang panjang hanya lantaran satu hal yang tidak sesuai dengan keinginannya. Padahal seharusnya seorang istri selalu bersyukur terhadap apa-apa yang diberikan suaminya, lantaran Allah SWT tidak akan melihat istri yang menyerupai ini sebagaimana dijelaskan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam,“Allah tidak akan melihat kepada perempuan yang tidak mensyukuri apa yang ada pada suaminya dan tidak merasa cukup dengannya.” (HR. Nasa’i di dalam Al Kubra dari Abdullah bin ‘Amr).

Kedua, durhaka terhadap suami. Durhaka yang sering dilakukan seorang istri yakni durhaka dalam ucapan dan perbuatan. Wujud durhaka dalam ucapan di antaranya saat seorang istri membicarakan keburukan-keburukan suaminya kepada teman-teman atau keluarganya tanpa alasan yang dibenarkan oleh syar’i. Sedangkan durhaka dalam perbuatan diantaranya bersikap garang atau menampakkan muka yang masam saat memenuhi panggilan suami, tidak mau melayani suami dengan alasan yang tidak syar’i, pergi atau ke luar rumah tanpa izin suami, mengkhianati suami dan hartanya, membuka dan menampakkan apa yang seharusnya ditutupi dari anggota tubuhnya, atau sebaliknya enggan berdandan dan mempercantik diri untuk suaminya padahal suaminya menginginkan hal itu.

Jika demikian keadaannya maka sungguh merugi wanita-wanita yang kufur dan durhaka terhadap suaminya. Mereka lebih menentukan jalan ke neraka daripada nirwana lantaran mengikuti hawa nafsu belaka.

Jalan ke nirwana memang tidaklah dihiasi dengan bunga-bunga nan indah, melainkan melalui rintangan-rintangan yang berat dan terjal. Tetapi ingatlah di ujung jalan ini Allah menjanjikan nirwana bagi orang-orang yang sabar menempuhnya.

Sementara, jalan menuju ke neraka penuh dengan keindahan yang menarik hati dan setiap insan sangat tertarik untuk melaluinya. Tetapi, sadarlah bahwa di ujung jalan ini, neraka telah menyambut dengan bermacam-macam siksa-Nya.

Lalu, bagaimana caranya biar para perempuan atau para istri tidak terperosok ke dalam neraka

Jangan pesimis, masih banyak cara dan tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri bila kita ingin menjadi penduduk minoritas di surga.

Masih ingat kan, saat rasulullah bersabda dalam sebuah hadist shahih jami’, “Perempuan apabila shalat 5 waktu, puasa di bulan ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat kepada suaminya, maka masuklah dia dari pintu nirwana mana saja yang dia kehendaki.”

Mengacu dari hadist di atas, mari kita berlomba menegakkan sholat dengan lebih khusu’, memperbayak sholat-sholat sunah lantaran sholat yang benar dan khusu’ bisa membentengi diri kita dari perbuatan yang munkar. Selain puasa/shaum wajib di bulan romadhon, latihlah diri untuk terbiasa melaksanakan shaum sunah. Hiasilah diri dengan sabar dalam ketaatan dengan suami dan banyak-banyaklah beristigfar lantaran istigfar bisa meruntuhkan dosa-dosa kecil yang tidak kita sadari.